Atasi Kesenjangan Dokter Gigi, PDGI Wilayah Bali Perkuat Sinergi Antar PDGI Cabang
DENPASAR, MEDIABADUNG.COM –
Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Wilayah Bali berkomitmen mempercepat pemerataan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Pulau Dewata. Hal ini ditegaskan oleh Ketua PDGI Bali periode 2025-2030, drg. I Agus Sundia Atmaja, MErg., pada acara pelantikan Pengurus PDGI Wilayah Bali dan Pengurus PDGI Cabang se-Bali di Denpasar, Minggu (7/12/2025).
Salah satu program utama kepengurusan baru yang dipimpin drg. I Agus Sundia Atmaja adalah menguatkan sinergi antar cabang PDGI.
drg. Agus Sundia menjelaskan, saat ini ada 6 cabang sdh terbentuk diwilayah Bali dan satu cabang bergabung 3 kabupaten.
Kepala Dinas Kesehatan Bali yang turut hadir dalam pelantikan, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M. Kes., membenarkan adanya tantangan signifikan terkait rasio dan sebaran dokter gigi di provinsi ini. Dari sekitar seribuan total dokter gigi di Bali, konsentrasi tertinggi berada di wilayah perkotaan.
Data menunjukkan sebaran dokter gigi sangat timpang antara Kota Denpasar- Badung dan kabupaten lain. Di Denpasar Badung ada sekitar 1.106 dokter gigi sementara Kabupaten lain penyebaran tdk merata sekitar 45 – 277 dokter gigi yang tersebar di kabupaten lainnya
Jadi 1000 lebih orang itu ada di Denpasar, Badung, dan Gianyar,” jelas Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, merujuk pada kantong populasi dokter gigi.
Kesenjangan ini menyebabkan banyak Puskesmas di kabupaten lain seperti Tabanan ,bangli dan Singaraja masih kosong tanpa dokter gigi. Kondisi tersebut berdampak pada pelayanan yang tidak optimal dan terhambatnya akses masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan gigi.
Sebagai solusi, PDGI bersama Dinas Kesehatan mengupayakan program intensif. “Sekarang ada program Internship Dokter Gigi Indonesia. Jadi wilayah-wilayah atau Puskesmas yang belum ada dokter gigi itu kita prioritaskan untuk mendapatkan program tersebut. Untuk sementara bisa memeratakan dokter gigi yang ada di Bali,” tambah Dr. dr. I Nyoman Gede Anom.
Sinergi Lintas Sektor dan Etika Profesi
drg. Agus Sundia menjamin bahwa semua anggota PDGI di Bali memiliki kompetensi pelayanan dasar yang sama.
Koordinasi dilakukan secara berjenjang antara PDGI Wilayah dengan Dinas Kesehatan Provinsi, dan PDGI Cabang dengan Dinas Kesehatan Kabupaten. Di tingkat kabupaten, Kepala Dinas Kesehatan berfungsi sebagai pelindung dan penasihat.
Selain itu, drg. Agus Sundia menyoroti kolaborasi strategis dengan aparat penegak hukum yang terlihat dari kehadiran perwakilan Kapolda Bali dan Kajati Bali pada acara pelantikan.
“Ini yang membuat saya berani untuk di depan, sehingga kita akan bisa melaksanakan profesi ini secara nyaman,” kata drg. Agus Sundia. Ia memastikan PDGI akan selalu berkoordinasi dengan pihak berwenang mengenai etika kedokteran gigi, etika profesi, dan etika klinis, baik itu terkait pasien, aturan hukum, maupun teman sejawat.
Fokus Kesehatan Anak dan Dental Tourism
PDGI juga menitikberatkan pada program kesehatan gigi anak sebagai modal menuju visi Indonesia Emas 2045. Kesehatan gigi dan mulut dianggap sebagai aspek fundamental dari kesehatan menyeluruh.
“Dengan kesehatan gigi dan mulut, maka tumbuh kembang untuk tunas-tunas bangsa kita menuju Indonesia Emas 2045 itu akan bisa terpenuhi apabila kita perhatikan mulai dari mulutnya,” tutur drg. Agus Sundia.
Ia menegaskan bahwa makanan bergizi tidak akan diserap secara baik jika terdapat gangguan pada gigi dan mulut, yang pada akhirnya dapat menghambat pertumbuhan.
Terakhir, dalam mendukung sektor pariwisata Bali, PDGI akan mengembangkan potensi Dental Tourism, yaitu pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang ditujukan untuk wisatawan. PDGI berperan dalam menertibkan dan meningkatkan kualitas layanan anggotanya.
“Dia harus punya bahasa Inggris yang bagus, karena komunikasi yang bagus akan menunjang satu perawatan yang bagus,” pungkas drg. I Agus Sundia Atmaja, MErg.. ***




