Jimbaran Hijau Salurkan Bantuan Air Bersih dan Punia Dukung Rangkaian Hari Suci
JIMBARAN, MEDIABADUNG.COM – Di tengah padatnya rangkaian Hari Suci keagamaan di Bali—mulai dari Hari Raya Saraswati, Banyu Pinaruh, Pagerwesi, hingga piodalan—kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas pendukung upacara meningkat tajam. Merespons kondisi tersebut, dunia usaha bersama masyarakat adat di Jimbaran bergerak cepat menunjukkan aksi nyata gotong royong.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR), Jimbaran Hijau menyalurkan bantuan air bersih satu tangki, menggelar aksi pembersihan di Pura Tegalwangi, serta menyerahkan dana punia di Pura Dompa sejak 30 Oktober hingga 1 November 2026.
Langkah ini dirasakan langsung manfaatnya oleh warga setempat yang tengah memadati pura untuk beribadah dan menjalankan ritual adat.
Sentuhan Nyata untuk Kebutuhan Dasar dan Lingkungan
Keberadaan sarana dasar seperti air bersih dan kebersihan kawasan pura menjadi kunci kelancaran ibadah umat. Bantuan yang diserahkan secara bertahap ini tidak hanya meringankan beban operasional pengelola pura, tetapi juga memastikan ruang spiritual masyarakat tetap bersih dan ramah bagi para pemedek (umat yang bersembahyang).
Jro Mangku Pura Tegalwangi menyambut baik kepedulian tersebut di tengah padatnya agenda keagamaan warga.
“Kami menyambut baik bantuan ini, apalagi di tengah padatnya rangkaian piodalan serta hari suci. Semoga dukungan ini memperkuat rasa saling menjaga antara warga, pura, dan dunia usaha,” ujarnya.
Sinergi Adat dan Dunia Usaha untuk Kesejahteraan Bersama
Aksi kepedulian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara sektor swasta dan masyarakat adat dalam menjaga kelestarian budaya lokal. Pembangunan ekonomi dan pelestarian tradisi terbukti dapat berjalan beriringan tanpa mengorbankan nilai-nilai kearifan lokal.
Bendesa Adat Jimbaran, I Putu Subamia, S.H., mengungkapkan bahwa keberlangsungan kegiatan adat di Bali memerlukan keterlibatan semua pihak.
“Kegiatan keagamaan dan adat di Jimbaran tidak bisa berjalan sendiri. Kami mengapresiasi kehadiran Jimbaran Hijau sebagai bagian dari masyarakat Bali. Harapan kami, kolaborasi ini terus menjadi contoh bahwa pembangunan dan pelestarian adat dapat berjalan seiring,” tegas Putu Subamia.
Komitmen Jangka Panjang Menjaga Ruang Spiritual
Bagi masyarakat umum, keberadaan pelaku usaha yang memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan dan tradisi memberikan rasa aman dan harmonis. Kehadiran bisnis tidak sekadar mencari keuntungan, melainkan turut menjaga identitas dan akar budaya tempat mereka beroperasi.
Ketua Yayasan Jimbaran Hijau, Yusea Eka Prasetya, menegaskan bahwa menjaga ruang spiritual adalah bagian tak terpisahkan dari operasional perusahaan.
“Bagi kami, menjalankan bisnis tidak bisa dipisahkan dari tanggung jawab menjaga keaslian kultural dan ruang spiritual di Jimbaran. Air, kebersihan, dan punia adalah bentuk keterhubungan spiritual kami dengan warga. Kami berkomitmen untuk terus merawat Jimbaran dan memastikan kehadiran kami memberi manfaat nyata,” pungkas Yusea.
Melalui sinergi ini, masyarakat Jimbaran mendapat bukti nyata bahwa pelestarian tradisi dan kenyamanan ibadah dapat terwujud secara berkelanjutan ketika seluruh elemen masyarakat dan dunia usaha saling bahu-membahu.




